Langsung ke konten

Glosarium · Diperbarui

Counterpart (rangkap perjanjian)

Counterpart adalah salinan identik suatu perjanjian yang ditandatangani terpisah oleh pihak yang berbeda dan bersama-sama membentuk satu kontrak yang mengikat.

Apa arti Counterpart?

Counterpart adalah salah satu dari beberapa salinan identik sebuah kontrak, masing-masing ditandatangani oleh satu atau beberapa pihak, yang bersama-sama membentuk satu perjanjian yang mengikat. Penandatanganan secara counterpart memungkinkan orang yang tidak berada di ruangan yang sama menyelesaikan kontrak tanpa harus mengedarkan satu lembar kertas. Kontrak sering memuat klausul counterpart yang menyatakan hal ini secara tegas.

Bunyi klausulnya biasanya kurang lebih begini: perjanjian ini dapat ditandatangani dalam beberapa rangkap, yang masing-masing merupakan dokumen asli dan seluruhnya bersama-sama merupakan satu instrumen. Dalam praktik, pihak A menandatangani salinannya, pihak B menandatangani salinannya, lalu halaman tanda tangan dipertukarkan. Banyak klausul modern juga menegaskan bahwa tanda tangan elektronik serta salinan hasil pindai atau PDF berlaku sebagai counterpart yang sah.

Bayangkan dua pendiri dan seorang investor menandatangani perjanjian pemegang saham. Investor sedang dalam perjalanan, satu pendiri di Berlin, dan yang lain di Austin. Masing-masing menandatangani versi final yang sama secara terpisah, lalu pengacara menyatukan ketiga halaman tanda tangan menjadi satu set lengkap. Semua orang terikat oleh satu perjanjian, meskipun tidak ada satu halaman pun yang memuat ketiga tanda tangan.

Salah kaprah yang umum adalah menganggap counterpart sebagai versi kontrak yang berbeda-beda. Isinya harus identik; jika salinannya berbeda, bisa timbul sengketa tentang ketentuan mana yang disepakati, atau malah tidak ada kesepakatan sama sekali. Salah kaprah lainnya adalah menganggap counterpart hanya relevan untuk kertas. Konsep ini sama relevannya untuk alur elektronik, terutama ketika para pihak memakai alat tanda tangan yang berbeda. Aturan untuk dokumen tertentu, seperti akta (deed) di sebagian yurisdiksi, bisa lebih ketat, jadi periksa dulu sebelum mengandalkan counterpart untuk dokumen semacam itu.

Dengan satu amplop tanda tangan elektronik, counterpart sering kali tidak lagi diperlukan: semua pihak menandatangani file yang sama, dan hash dokumen serta jejak audit menunjukkan bahwa semua orang menandatangani versi yang persis sama. Cara ini menghindari masalah klasik menyatukan halaman tanda tangan dari draf yang sedikit berbeda, salah satu sumber sengketa pascapenandatanganan yang sebenarnya bisa dihindari.

Pendapat kami: klausul counterpart adalah praktik penyusunan kontrak yang baik dan tidak ada ruginya dicantumkan. Namun, jika Anda yang mengendalikan proses penandatanganan, mengumpulkan semua orang dalam satu dokumen elektronik jauh lebih rapi daripada mengurus salinan yang ditandatangani terpisah sambil berharap semuanya cocok.

Di eSignSimple, semua penanda tangan menandatangani PDF yang sama, secara berurutan atau paralel. File akhir memuat setiap tanda tangan, sertifikat penyelesaian mencantumkan setiap penanda tangan, dan hash SHA-256 memungkinkan siapa pun memastikan lewat halaman /verify kami bahwa versi yang dipegangnya adalah versi yang ditandatangani semua orang.

Counterpart: contoh nyata

Tiga mitra bisnis di kota berbeda menandatangani perjanjian kemitraan. Tanpa platform tanda tangan elektronik, masing-masing mungkin menandatangani salinan cetaknya sendiri lalu memindai dan mengirimkannya kembali, dengan mengandalkan klausul counterpart agar ketiga salinan dianggap satu kontrak. Dengan eSignSimple, ketiganya menandatangani PDF yang sama, sehingga hanya ada satu dokumen akhir, satu jejak audit, dan satu hash, tanpa tumpukan counterpart yang harus dicocokkan.

Istilah apa saja yang terkait?

  • Tanda tangan elektronik: Tanda tangan berupa informasi elektronik yang terkait dengan dokumen elektronik dan dipakai untuk verifikasi serta autentikasi penanda tangan.
  • Tanda tangan basah: Tanda tangan yang digoreskan dengan tangan dan tinta di atas kertas. Masih diperlukan untuk dokumen tertentu, misalnya akta yang wajib dibuat di hadapan notaris atau PPAT.
  • Amplop (envelope): Amplop adalah wadah untuk satu atau beberapa dokumen yang dikirim kepada satu atau beberapa penerima untuk ditandatangani sebagai satu transaksi dengan satu jejak audit bersama.
  • Urutan penandatanganan: Urutan penandatanganan (routing order) menentukan apakah penanda tangan menerima dokumen satu per satu dalam urutan tetap atau semuanya sekaligus.

Pertanyaan umum

Apa itu klausul counterpart?

Klausul counterpart menyatakan bahwa perjanjian dapat ditandatangani dalam beberapa rangkap, yang masing-masing berlaku sebagai dokumen asli dan seluruhnya bersama-sama membentuk satu perjanjian. Banyak klausul juga menyatakan bahwa tanda tangan elektronik atau hasil pindai dapat diterima. Klausul ini lazim dalam kontrak komersial dan mencegah dalih bahwa tidak ada satu salinan pun yang memuat semua tanda tangan.

Apakah klausul counterpart masih perlu jika memakai tanda tangan elektronik?

Jarang ada ruginya mempertahankannya. Jika semua pihak menandatangani dokumen elektronik yang sama, counterpart sebenarnya tidak diperlukan, tetapi klausul ini tetap berguna jika satu pihak menandatangani di atas kertas atau ada salinan yang ditandatangani terpisah. Pengacara sering mempertahankannya sebagai jaring pengaman, dan tidak ada biayanya.

Bagaimana eSignSimple menangani beberapa penanda tangan?

Semua orang menandatangani dokumen yang sama, baik secara paralel maupun dengan urutan penandatanganan tertentu. Ketika orang terakhir menandatangani, eSignSimple menghasilkan satu PDF akhir berisi semua tanda tangan, sertifikat penyelesaian, dan hash SHA-256. Setiap penanda tangan menerima salinan lengkap yang sama.

Dapatkan tanda tangan untuk dokumen Anda berikutnya hari ini.

Mulai dengan 5 dokumen gratis per bulan. Tanpa kartu kredit.